Minggu, 31 Oktober 2010

Perencanaan Karangan Ilmiah

Diposting oleh ney_sha_dhita di 19.05 0 komentar
Sebelum kita menuju pada penulisan karya ilmiah ada baiknya jika kita mulai terlebih dahulu dari yang paling sederhana, menyusun karangan. menyusun karangan bukan berarti sekedar menyusun dengan bebas, adakalanya kita perlu langkah-langkah yang berurutan agar terbiasa sehingga mudah dalam mengembangkan tulisan.

Ada 2 macam karangan yaitu karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. fiksi lebih kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih kearah kejadian nyata (benar-benar terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. sedangkan karangan fiksi contoh realnya adalah cerita pendek yang terkadang berupa cerita yang takmungkin terjadi.
pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan. kali ini kita coba tinjau terlebih dahulu langkah-langkah menyusun karangan satu per satu.


1. Menentukan tema dan judul
sebelum anda mau melangkah yang pertamakali dipikirkan adalah mau kemana kita berjalan? lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan. kalau tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
tema sangat terpengaruh terhadap wawasan penulis. semakin banyak penulis membiasakan membaca buku, semakin banyak aktifitas menulis akan memperlancar penulis memperoleh tema.
namun, bagi pemula perlu memperhatikan beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya :
a. jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas (soalnya ngak bakal selesai)
b. Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.
c. Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh.
kadang memang dalam menentukan tema tidak selamanya selalu sesuai dengan syarat2 diatas. ya contohnya pas lomba mengarang, tema sudah disediakan sebelumnya dan kita hanya bisa memakainya. ya sudahlah takperlu disesali..
ketika tema sudah didapatkan, perlu diuraikan atau membahas tema menjadi suatu bentuk karangan yang terarah dan sistematis. salah satu caranya dengan menentukan judul karangan. judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan kita.

2. Mengumpulkan bahan
udah punya tujuan, dan mau melangkah, lalu apa bekal anda? sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. bagaimana ide, dan inovasi dapat diperhatikan kalau tidak ada hal yang menjadi bahan ide tersebut muncul. buat apa ide muluk2 kalau tidak diperlukan. perlu ada dasar bekal dalam melanjutkan penulisan.
untuk membiasakan, kumpulkanlah kliping-kliping masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan rapi. hal ini perlu dibiasakan calon penulis agar ketika dibutuhkan dalam tulisan, penulis dapat membuka kembali kliping yang tersimpan sesuai bidangnya. banyak cara memngumpulkannya, masing2 penulis mempunyai cara masing2 sesuai juga dengan tujuan tulisannya.

3. menyeleksi bahan
Udah ada bekal, dan mulai berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa? agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan2 yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. berikut ini petunjuk2 berikut ini:
1. catat hal penting semampunya
2. jadikan membaca sebagai kebutuhan
3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan2 ilmiah.
4. Membuat kerangka
bekal ada, terpilih lagi, terus melangkah yang mana dulu? perlu kita susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar ditengah jalan. kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu2 dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
berikut fungsi kerangka karangan :
a. memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b. memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c. membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a. mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan2 yang timbul)
b. mengatur urutan gagasan.
c. memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
d. membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis. soalnya bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan.

5. mengembangkan kerangka karangan
proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. jika benar2 memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan.
pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.

Sumber : http://ariadee.wordpress.com/2007/05/15/langkah-langkah-menyusun-karangan/

Kamis, 14 Oktober 2010

Pemanfaatan Artificial Intelegence (AI)

Diposting oleh ney_sha_dhita di 22.32 0 komentar
Artificial Intelegence (AI) atau biasa disebut dengan kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang dibuat dan diterapkan ke dalam komputer/ mesin sehingga komputer/ mesin tersebut dapat melakukan pekerjaan seperti manusia.

Kecerdasan buatan ditemukan pada tahun 1956 oleh John McCharty, seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology.
Sekarang ini kecerdasan buatan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan manusia. Kecerdasan buatan digunakan untuk menangani beberapa hal antara lain:

* Persepsi (pandangan dan percakapan)
* Bahasa alamiah (pemahaman, penurunan, translasi)
* Kontrol robot
* Permainan
* Persoalan matematis (geometri, logika, kalkulus integral)
* Permesinan (desain, penemuan kesalahan, perencanaan pabrik)
* Analisa ilmiah
* Diagnosa bidang kedokteran
* Analisa keuangan

Selain memiliki banyak manfaat, kecerdasan buatan juga memiliki beberapa kelebihan dalam aspek-aspek tertentu jika dibandingkan dengan kecerdasan manusia.

PENDETEKSI GOAL DALAM PERTANDINGAN SEPAK BOLA

Diposting oleh ney_sha_dhita di 22.15 0 komentar
Dilihat dari banyaknya kontroversial yang terjadi dalam pertandingan sepak bola
karena ketidak telitian / kecurangan para wasit dalam pertandingan, sepertinya sangat
dibutuhkan kecerdasan buatan berupa teknologi pendeteksi "GOAL" dalam pertandingan
sepak bola. Karena ketidak telitian para wasit tersebut sangat merugikan salah satu tim kesebelasan
di satu sisi

Kalau saya menjadi ahli AI, saya ingin sekali merancang dan membuat suatu sistem berupa
teknologi pendeteksi "GOAL" dalam pertandingan sepak bola. Teknologi tersebut akan dirancang
dengan menggunakan alat sensor yang terdapat pada sisi - sisi gawang. Alat sensor tersebut
dapat mendeteksi apakah bola tersebut telah memasuki gawang tersebut atu tidak, dengan demikian
kita dapat mengetahui apakah "GOAL" tersebut dapat dikatakan sah atau tidak.

Selain sisi - sisi gawang yang dipasang alat sensor, terdapat juga suatu audio yang
dapat menimbulkan bunyi apabila bola tersebut sudah memasuki gawang dan terdeteksi oleh
alat sensor tersebut. Selain itu, alat sensor tersebut juga dirancang sedemikian rupa agar dapat
berfungsi dalam keadaan / cuaca apapun, sehingga tidak mudah mengalami gangguan.

Teknologi ini digunakan untuk meminimalisasi kesalahan yang diakibatkan dari ketidak telitian
para wasit dalam pertandingan sepak bola, dan juga agar tidak banyak terjadi kontroversi
sehingga tidak ada juga pihak - pihak yang merasa dirugikan lagi oleh keputusan wasit tersebut.
 

ney_sha Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal